Bahan Serta Alat Yang Di Gunakan Untuk Melakukan Percobaan Penelitian Umbi Ganyong

Pati  ganyong alami, pati ganyong modifikasi melalui pemanasan suhu tinggi dan pendinginan berulang , larutan akuades dan air bersih .

-Bahan yang di gunakan untuk analisis adalah larutan akuades, BaSo4,

- Alat yang di gunakan dalam penelitian adalah oven, refrigerator, RVA (Rapid Visco Analyzer) starch master 2 parten warrierewod NSW 2012 Australia, Kett Electric Laboratory C-100-3 Whitenessmeter, desikator, blender, grinder, ayakan 80 dan 100 mesh, baskom, neraca analitik, sealer, pisau stainless steel, loyang (24,5 cm x 20,8 x 1,5 cm), kain saring, stopwach, gelas ukur, timbangan, talenan, sentrifuse, tabung sentrifuse, vortex mixer, spatula, gunting, sendok, alumunium foil, autoklaf, botol sterilisasi, dan plastik polypropilen.

Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dengan analisis deskriptif (explanatory reseach) penelitian terdiri dari 3 perlakuan yaitu 3 siklus, 4 siklus dan 5 siklus sebanyak 2 kali ulangan. Modifikasi pati umbi ganyong dengan kondisi modifikasi menggunakan suhu tinggi 121 derajat celcius selama 15 menit dan pendinginan pada suhu 4 derajat celcius selama 24 jam.



Percobaan yang dilakukan terbagi menjadi 3 tahap yaitu :

1. Analisis sifat fungsional pati alami ganyong meliputi swelling volume dan kelarutan, kapasitas penyerapan air, freeze thaw stability, wettability, dan derajat putih kemudian sifat amilografi pati alami ganyong meliputi suhu awal gelatinisasi, viskositas puncak, viskositas pasta panas, breakdown, viskositas pasta dingin dengan setback.

2. Pembuatan pati ganyong modifikasi melalui berbagai siklus pemanasan suhu tinggi dan pendiningan secara berulang (1,2,3,4 dan 5 siklus) pada suhu pemanasan 121 derajat celcius selama 15 menit dan suhu pendinginan 4 derajat celcius selama 24 jam menggunakan metode Lehmann et al. (2002) yang di modifikasi pada jumlah siklus pemanasan suhu tinggi dan pendinginan.

3. Menentukan jumlah siklus modifikasi berdasarkan sifat amilografi pati ganyong termodifikasi.

Tahap pembuatan pati ganyong termodifikasi melalui pemanasan suhu tinggi dan pendinginan berulang menurut modifikasi metode Lehmann et al. 2002 terdiri dari proses suspensi dalam air (20% w/v) pemansan dan pengadukan, pengemasan dalam botol, pemanasan suhu tinggi (autoklaf), penyimpanan, pendinginan, pengeringan, penggiliangan, pengayakan 802 mesh.


Secara rinci tahapan pembuatan pati ganyong termodifikasi adalah sebagai berikut :

1. Suspensi dalam air (20% w/v)
Suspensi dalam air (20% w/v) adalah suspensi dengan konsentrasi padatan kering 20% dengan cara timbangan pati ganyong alami sebanyak 20 gram dan masukan kedalam gelas ukur 100 ml kemudian tambahkan akuades hingga tambah batas.

2. Pemanasan dan Pengadukan
Setelah itu suspensi di panaskan sampai mencapai suhu gelatinisasi atau mengental hingga membentuk pasta pati kurang lebih pada suhu 70-72 derajat celcius selama 5-10 menit.

3. Pengemasan Dalam Botol
Kemudian pasta pati kemas dalam botol sterilisasi dan tutup dengan rapat.

4. Pemanasan Suhu Tinggi
Setelah itu lakukan pemanasan suhu tinggi dengan cara botol sterilisasi yang berisi pasta pati di autoklaf pada suhu 121 derajat celcius selama 15 menit.

5. Penyimpanan
Setelah proses autoklaf selesai, botol sterilisasi yang berisi pasta pati di dinginkan dengan di diamkan pada suhu ruang sekitar 23 derajat celcius hingga pasta pati pada botol sterilisasi agak dingin kemudian botol tersebut di alirkan pada air kran atau di remdam pada wadah menggunakan air dingin agar proses pendinginan lebih cepat.

6. Pedinginan
Setelah pasta pati pada botol sterilisasi dingin kemudian botol tersebut di simpan pada suhu kurang lebih 4 derajat celcius selama 24 jam.


Prosedur di atas adalah 1 siklus dan di lakukan 2,3,4 dan 5 siklus setelah tahapan dari tiap siklusnya dilakukan proses pengeringan, penggilingan dan pengayakan.


7. Pengeringan
Kemudian keluarkan pati yang telah didinginkan dan di simpan pada loyang setelah itu lakukan proses pengeringan pada oven pada suhu 50 derajat celcius selama 24 jam.

8. Penggilingan
Setelah pati kering kemudian giling pati menggunakan grinder hingga halus.

9. Pengayakan
Kemudian ayak pati tersebut dan jadilah pati ganyong termodifikasi melalui pemanasan suhu tinggi dan pendinginan berulang.





  • Salah satu percobaan utama yang akan di lakukan adalah :

a. Modifikasi pati ganyong dengan metode fisik melalui pemanasan dan pendinginan secara berulang sebanyak 3 perlakuan, yakni 3 siklus 4 siklus dan 5 siklus pada suhu 121 derajat celcius selama 15 menit dan suhu pendinginan 4 derajat celcius selama 24 jam.

b. Analisis sifat fungsional dan amilografi masing-masing perlakuan.


  • Kriteria Pengamatan
Karakteristik yang di amati pada pati umbi ganyong termodifikasi secara fisik melalui pemanasan suhu tinggi dan pendinginan berulang ini adalah :
  1. Sifat Fungsional Terdiri dari :
a. Swelling Volume dan Solubility secara gravimetri.
b. Kapasitas penyerapan air secara gravimetri.
c. Freeze thaw stability secara gravimetri.
d. Wettability metode wetting time.
e. Derajat putih menggunakan whitenes tester.

    2. Sifat Amilografi Menggunakan Alat Rafid Visco Analyzer (RVA) terdiri dari :

a. Suhu awal gelatinisasi
b. Viskositas puncak
c. Viskositas pasta panas
d. Perubahan viskositas selama pemanasan (breakdown)
e. Viskositas pasta dingin
f. Perubahan viskositas selama pendinginan (setback)

  3. Pengamatan Penunjang :

Uji daya cerna pati secara in vitro pada pati ganyong alami dan pati ganyong termodifikasi melalui pemanasan suhu tinggi dan pendinginan berulang.